Aplikasi Gelatin Food Grade
Gelatin Kelas Pangan
Gelatin food grade bervariasi antara 80 hingga 280 Bloom. Gelatin secara umum diakui sebagai makanan yang aman. Sifat-sifatnya yang paling diinginkan adalah karakteristiknya yang mudah meleleh di mulut dan kemampuannya untuk membentuk gel termoreversibel. Gelatin adalah protein yang terbuat dari hidrolisis parsial kolagen hewan. Gelatin food grade digunakan sebagai bahan pembentuk gel dalam pembuatan jeli, marshmallow, dan permen gummy. Selain itu, gelatin juga digunakan sebagai bahan penstabil dan pengental dalam pembuatan selai, yogurt, es krim, dan lain-lain.
Aplikasi
Permen
Manisan biasanya terbuat dari bahan dasar gula, sirup jagung, dan air. Ke dalam bahan dasar ini, ditambahkan pengubah rasa, warna, dan tekstur. Gelatin banyak digunakan dalam manisan karena dapat berbusa, membentuk gel, atau mengeras menjadi bongkahan yang larut perlahan atau meleleh di mulut.
Permen seperti gummy bear mengandung persentase gelatin yang relatif tinggi. Permen ini larut lebih lambat, sehingga memperpanjang kenikmatan permen sekaligus menghaluskan rasanya.
Gelatin digunakan dalam manisan kocok seperti marshmallow yang berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan sirup, menstabilkan busa melalui peningkatan viskositas, mengatur busa melalui gelatin, dan mencegah kristalisasi gula.
Gelatin digunakan dalam permen busa dengan dosis 2-7%, tergantung pada tekstur yang diinginkan. Busa kenyal menggunakan sekitar 7% dari gelatin Bloom 200-275. Produsen marshmallow umumnya menggunakan 2,5% dari gelatin Bloom Tipe A 250.

Produk Susu dan Makanan Penutup
Makanan penutup gelatin dapat ditelusuri kembali ke tahun 1845 ketika paten AS dikeluarkan untuk penggunaan "gelatin portabel" dalam makanan penutup. Makanan penutup gelatin tetap populer: pasar makanan penutup gelatin di AS saat ini melebihi 100 juta pon per tahun.
Konsumen masa kini memperhatikan asupan kalori. Makanan penutup gelatin biasa mudah disiapkan, rasanya lezat, bergizi, tersedia dalam berbagai rasa, dan hanya mengandung 80 kalori per sajian setengah cangkir. Versi bebas gula hanya mengandung delapan kalori per sajian.
Garam penyangga digunakan untuk menjaga pH yang tepat untuk rasa dan karakteristik pengerasan. Secara historis, sedikit garam ditambahkan sebagai penambah rasa.
Makanan penutup gelatin dapat dibuat menggunakan gelatin Tipe A atau Tipe B dengan Bloom antara 175 dan 275. Semakin tinggi Bloom, semakin sedikit gelatin yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang tepat (misalnya, gelatin Bloom 275 membutuhkan sekitar 1,3% gelatin, sementara gelatin Bloom 175 membutuhkan 2,0% untuk mendapatkan hasil yang sama). Pemanis selain sukrosa dapat digunakan.

Daging dan Ikan
Gelatin digunakan untuk membentuk gel pada aspic, keju kepala, souse, gulungan ayam, ham kalengan dan glasir, serta berbagai jenis produk daging jeli. Gelatin berfungsi untuk menyerap sari daging dan memberi bentuk serta struktur pada produk yang jika tidak akan hancur. Tingkat penggunaan normal berkisar antara 1 hingga 5%, tergantung pada jenis daging, jumlah kaldu, gelatin bloom, dan tekstur yang diinginkan pada produk akhir.

Penyulingan Anggur dan Jus
Dengan bertindak sebagai koagulan, gelatin dapat digunakan untuk mengendapkan pengotor selama pembuatan anggur, bir, sari apel, dan jus. Keunggulan gelatin antara lain masa simpan yang tak terbatas dalam bentuk kering, kemudahan penanganan, penyiapan yang cepat, dan hasil klarifikasi yang cemerlang.












