Kolagen Ayam merupakan protein matriks ekstraseluler utama. Mengingat potensi profil antiinflamasi dan antioksidan dari senyawa bioaktif ini, terdapat peningkatan minat untuk menggunakan peptida turunan kolagen dan hidrolisat kolagen kaya peptida untuk kesehatan kulit, karena efek imunomodulatori, antioksidan, dan proliferatifnya terhadap fibroblas dermal. Namun, tidak semua hidrolisat sama efektifnya dalam memberikan efek menguntungkan; oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan faktor-faktor yang meningkatkan penerapan terapeutik dari sediaan tersebut. Kami menggunakan kondisi enzimatik yang berbeda untuk menghasilkan sejumlah hidrolisat kolagen yang berbeda dengan profil peptida yang berbeda. Kami menemukan bahwa penggunaan dua enzim, alih-alih satu enzim, untuk hidrolisis menghasilkan peptida dengan berat molekul rendah yang lebih banyak dengan konsekuensi peningkatan sifat bioaktif. Pengujian hidrolisat ini pada fibroblas dermal manusia menunjukkan aksi yang berbeda terhadap perubahan inflamasi, stres oksidatif, sintesis kolagen tipe I, dan proliferasi sel. Temuan kami menunjukkan bahwa kondisi enzimatik yang berbeda memengaruhi profil peptida hidrolisat dan secara berbeda mengatur aktivitas biologis serta respons perlindungan potensial pada fibroblas dermal.